Majas adalah kiasan atau pengungkapan gaya bahasa yang dalam
pemakaiannya bertujuan untuk memperoleh efek-efek tertentu agar tercipta
sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya. Seorang
penulis sastra juga terkadang terkenal dengan tulisan-tulisan majas
dalam karyanya. Dalam hal ini seorang penulis sastra dalam menyampaikan
pikiran dan perasan, baik secara lisan dan tertulis kerap
menyampaikannya dengan bahasa majas yang khas.
Pada tulisan ini akan dipublikasikan maca-macam majas dan contohnya, juga turut akan dipublikasikan macam-macam majas dan pengertiannya yang tentunya akan menambah wawasan bagi bagi kita, seputar bahasa majas yang juga merupakan bagian karya sastra yang dipelajari dalam bidang studi Bahasa Indonesia.
Macam-Macam Majas dan Contohnya
Secara umum, majas terjadi dari 4 jenis yang masing-masing jenis majas tersebut juga memiliki sub bagian masing-masing. Berikut adalah jenis majas beserta contohnya dan juga sub-sub masing-masing dari ke-4 jenis majas tersebut.
A. Majas Sindiran
Majas Sindiran terdiri dari 3 sub bagian majas, berikut adalah penjelasanya dari masing-masing sub majas sindiran tersebut yang akan dipublikasikan beserta contohnya.
1. Majas Sarkasme
2. Majas Ironi
B. Majas Perbandingan
Majas perbandingan terdiri dari 8 sub majas yang diantaranya dapat dilihat secara lengkap dibawah ini beserta contohnya masing-masing.
1. Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pegertiannya untuk menyangatkan arti. Kata kunci dari majas hiperbola adalah melebih - lebihkan dan ciri utama dari majas hiperbola ini adalah terdapat kata atau kalimat yang sifatnya melebih - lebihkan dari kenyataan yang sebenarnya. Majas hiperbola merupakan sebuah majas yang melukiskan suatu hal dengan cara mengganti hal tersebut dengan kata - kata yang lebih hebat pengertiannya. Sedangkan tujuan dari majas hiperbola ini adalah untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang yang membaca kalimat tersebut.
Contoh Majas Hiperbola: 1. harga bensin membumbung tinggi
8. Majas Alusio
Majas Alusio adalah majas perbandingan dengan menggunakan ungkaan pribhasa yang artinya sudah diketahui umum.
Contoh Majas Alusio: 1. Ah, dia itu tong kosong nyaring bunyinya.
D. Majas Penegasan
Majas Penegasan terdiri dari 5 sub majas yang diantaranya dapat dilihat secara lengkap dibawah ini beserta contohnya masing-masing.
1. Majas Penegasan Retorik
Majas Penegasan adalah majas penegasan degan mempegunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sudah diketahuinya.
Contoh Majas Penegasan: 1. Mana mungkin orang mati hidup kembali?
2. Majas Simetri
Majas Simetri adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan 1 kata, kelompok kata atau kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata atau kalimat yang seimbang artinya dengan yang pertama.
Contoh Majas Simetri: 1.Ayah diam serta tak suka berkata-kata
3. Majas Tautologi
Majas Tautologi adalah majas penegasan yang meukiskan sesuatu dangan mempergunakan kata-kata yang sama artinya (bersinonim) untuk mempertegas arti.
Pada tulisan ini akan dipublikasikan maca-macam majas dan contohnya, juga turut akan dipublikasikan macam-macam majas dan pengertiannya yang tentunya akan menambah wawasan bagi bagi kita, seputar bahasa majas yang juga merupakan bagian karya sastra yang dipelajari dalam bidang studi Bahasa Indonesia.
Macam-Macam Majas dan Contohnya
Secara umum, majas terjadi dari 4 jenis yang masing-masing jenis majas tersebut juga memiliki sub bagian masing-masing. Berikut adalah jenis majas beserta contohnya dan juga sub-sub masing-masing dari ke-4 jenis majas tersebut.
A. Majas Sindiran
Majas Sindiran terdiri dari 3 sub bagian majas, berikut adalah penjelasanya dari masing-masing sub majas sindiran tersebut yang akan dipublikasikan beserta contohnya.
1. Majas Sarkasme
Majas Sarkasme ialah majas sindiran yang terakasar langsung menusuk perasaan. Majas ini
biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh Majas Sarkasme: 1.Otakmu memang otak udang !
2. Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus !
Contoh Majas Sarkasme: 1.Otakmu memang otak udang !
2. Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus !
2. Majas Ironi
Majas Ironi adalah majas sindiran yang
melukiskan sesuatu dengan menyatakan sebalikanya dari yang sebenarnya
dengan maksud untuk menyindir orang. Majas ironi bertujuan untuk menyindir
seseorang. Majas ironi sebenarnya digunakan oleh penulis ata pembicara
untuk mencemooh suatu hal bahkan mencemooh diri mereka sendiri. Tidak
heran bila jenis majas ironi ini bisa kita temukan pada teks - teks
sastra yang sifatnya memprotes ataupun mencibir tentang suatu hal.
Contoh Majas Ironi: 1. Harum benar baumu sore ini !
Contoh Majas Ironi: 1. Harum benar baumu sore ini !
2. Indah nian buku raport-mu yang dihiasi dengan banyak angka merah.
3. Majas Sinisme
3. Majas Sinisme
Majas Sinisme adalah gaya sindiran dengan mempergunakan kata-kata sebaliknya seperti ironi tetapi kasar.
Contoh Majas Sinisme: 1. Muntah aku melihat perangaimu yang tak pernah berubah !
Contoh Majas Sinisme: 1. Muntah aku melihat perangaimu yang tak pernah berubah !
2. Tak salah lagi, kiranya dialah Profesor kita dalam perjudian.
B. Majas Perbandingan
Majas perbandingan terdiri dari 8 sub majas yang diantaranya dapat dilihat secara lengkap dibawah ini beserta contohnya masing-masing.
1. Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pegertiannya untuk menyangatkan arti. Kata kunci dari majas hiperbola adalah melebih - lebihkan dan ciri utama dari majas hiperbola ini adalah terdapat kata atau kalimat yang sifatnya melebih - lebihkan dari kenyataan yang sebenarnya. Majas hiperbola merupakan sebuah majas yang melukiskan suatu hal dengan cara mengganti hal tersebut dengan kata - kata yang lebih hebat pengertiannya. Sedangkan tujuan dari majas hiperbola ini adalah untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang yang membaca kalimat tersebut.
Contoh Majas Hiperbola: 1. harga bensin membumbung tinggi
2. kakak membanting tulang demi menghidupi keluarganya.
2. Majas Metafora
Majas Metafora adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. Majas metafora merupakan majas yang perbandingannya dilakukan secara implisit antara 2 hal yang berbeda. Beberapa ahli bahasa menyatakan bahwa majas metafora merupakan majas perbandingan yang dilakukan secara langsung karena tidak menggunakan kata pembanding. Ciri khusus dari majas metafora ini adalah tidak ditemukannya konungsi atau kata penghubung pada kalimat - kalimatnya. Ini berkaitan dengan pendapat bahwa majas metafora adalah majas perbandingan langsung. Kalimat - kalimat majas metafora ini banyak kita jumpai pada teks sastra seperti pada puisi, syair, dll
Contoh Majas Metafora: 1. Dewi malam telah keluar dari balik awan (dewi malam = bulan)
2. Majas Metafora
Majas Metafora adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. Majas metafora merupakan majas yang perbandingannya dilakukan secara implisit antara 2 hal yang berbeda. Beberapa ahli bahasa menyatakan bahwa majas metafora merupakan majas perbandingan yang dilakukan secara langsung karena tidak menggunakan kata pembanding. Ciri khusus dari majas metafora ini adalah tidak ditemukannya konungsi atau kata penghubung pada kalimat - kalimatnya. Ini berkaitan dengan pendapat bahwa majas metafora adalah majas perbandingan langsung. Kalimat - kalimat majas metafora ini banyak kita jumpai pada teks sastra seperti pada puisi, syair, dll
Contoh Majas Metafora: 1. Dewi malam telah keluar dari balik awan (dewi malam = bulan)
2. Dibalik sifat garang Doni terdapat sebentuk hati yang sangat rapuh
3. Majas Simbolik
Majas simbolik adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda-benda lain sebagi pebandingan.
3. Majas Simbolik
Majas simbolik adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda-benda lain sebagi pebandingan.
Contoh Majas Simbolik: 1. Ia adalah seorang lintah darat (lintah darat = pemeras, pemakan riba)
2. Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian.
4. Majas Eufimisme
Majas Eufimisme adalah majas perbandingsn yang melukiskan sesuatu dengan kata-kata yang lebih lembut untuk meggantikan kata-kata lain untuk sopan santun atau tabu bahasa (pantang).
Contoh Majas Eufimisme: 1. Para tunakarya perlu perhatian yang serius dari pemerintah.
4. Majas Eufimisme
Majas Eufimisme adalah majas perbandingsn yang melukiskan sesuatu dengan kata-kata yang lebih lembut untuk meggantikan kata-kata lain untuk sopan santun atau tabu bahasa (pantang).
Contoh Majas Eufimisme: 1. Para tunakarya perlu perhatian yang serius dari pemerintah.
2. Orang ini berubah akal.
5. Majas Litotes
Majas Litotes adalah majas perbandingan yang melukiskan kedaan dengan kata-kata yang belawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri.
Contoh Majas Litotes: 1. Perjuangan kami hanyalah setitik air dalam samudera luas.
5. Majas Litotes
Majas Litotes adalah majas perbandingan yang melukiskan kedaan dengan kata-kata yang belawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri.
Contoh Majas Litotes: 1. Perjuangan kami hanyalah setitik air dalam samudera luas.
2. Kapan-kapan kalau ada waktu singgahlah di gubuk saya.
6. Majas Alegori
Majas Alegori adalah majas perbandingan yang memperihatkan satu perbandingan utuh; perbandingan itu membentuk kesatuan yang menyeluruh. Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh Majas Alegori: 1. Hidup ini diperbandingkan dengan perahu yang tengah berlayar di lautan (suami : nahkoda, istri : juru mudi, gelombang : cobaan dalam kehidupan, tanah seberang : cita-cita)
7. Majas Alegori Personifikasi
Majas Alegori Personifikasi adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan memberitakan sifat-sifat manusia kepada mempunyai sifat seperti manusia atau beda hidup.
Contoh Majas Alegori Personifikasi: 1. Angin berbisik menyampaikan salamku padanya.
6. Majas Alegori
Majas Alegori adalah majas perbandingan yang memperihatkan satu perbandingan utuh; perbandingan itu membentuk kesatuan yang menyeluruh. Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh Majas Alegori: 1. Hidup ini diperbandingkan dengan perahu yang tengah berlayar di lautan (suami : nahkoda, istri : juru mudi, gelombang : cobaan dalam kehidupan, tanah seberang : cita-cita)
7. Majas Alegori Personifikasi
Majas Alegori Personifikasi adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan memberitakan sifat-sifat manusia kepada mempunyai sifat seperti manusia atau beda hidup.
Contoh Majas Alegori Personifikasi: 1. Angin berbisik menyampaikan salamku padanya.
2. Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
8. Majas Alusio
Majas Alusio adalah majas perbandingan dengan menggunakan ungkaan pribhasa yang artinya sudah diketahui umum.
Contoh Majas Alusio: 1. Ah, dia itu tong kosong nyaring bunyinya.
2. Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945.
9. Majas Asosiasi atau perbandingan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama,
seperti, dan laksana.
Contoh Majas Asosiasi: 1. Semangatnya keras bagaikan baja.
2. Mukanya pucat bagai mayat.
9. Majas Metonimia
seperti, dan laksana.
Contoh Majas Asosiasi: 1. Semangatnya keras bagaikan baja.
2. Mukanya pucat bagai mayat.
9. Majas Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.
Contoh Majas Metonimia : 1. Di kantongnya selalu terselib gudang garam.
2. Setiap pagi Ayah selalu menghirup kopi kapal api.
10. Majas Sinidhoke
Sinekdokhe adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh Majas Sinidhoke :
1. Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
Contoh Majas Metonimia : 1. Di kantongnya selalu terselib gudang garam.
2. Setiap pagi Ayah selalu menghirup kopi kapal api.
10. Majas Sinidhoke
Sinekdokhe adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh Majas Sinidhoke :
1. Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
2. Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
C. Majas Pertentangan
Majas pertentangan terdiri dari 4 sub jenis, yang diantaranya akan dijelaskan dibawah ini berikut beserta contoh-contohnya.
1. Majas Antitesis
Majas Antitesis adalah majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan paduan kata yang berlawanan arti.
Majas pertentangan terdiri dari 4 sub jenis, yang diantaranya akan dijelaskan dibawah ini berikut beserta contoh-contohnya.
1. Majas Antitesis
Majas Antitesis adalah majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan paduan kata yang berlawanan arti.
Contoh Majas Antitesis: 1. Hidup matinya manusia ada ditangan Tuhan.
2. Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
2. Majas Paradoks
Majas paradoks adalah majas pertentangan yang melukiskan sesuatu seolah-olah bertentangan, padahal sesungguhnya tidak karena objeknya bertentangan.
Contoh Majas Paradoks: 1. Hatinya sunyi tinggal di Kota Jakarta yang ramai.
2. Majas Paradoks
Majas paradoks adalah majas pertentangan yang melukiskan sesuatu seolah-olah bertentangan, padahal sesungguhnya tidak karena objeknya bertentangan.
Contoh Majas Paradoks: 1. Hatinya sunyi tinggal di Kota Jakarta yang ramai.
2. Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.
3. Majas Kontradiksi Intermiris
Majas Kontradiksi Intermiris adalah majas pertentangan yang meperlibatkan pertentangan dengan penjelasan semula.
3. Majas Kontradiksi Intermiris
Majas Kontradiksi Intermiris adalah majas pertentangan yang meperlibatkan pertentangan dengan penjelasan semula.
Contoh Majas Kontradiksi Intermiris: 1. Semua murid kelas ini hadir, kecuali Hasan yang sedang ikut olympiade
2. Semua sudah siap kecuali Ani.
4. Majas Okupasi
Majas Okupasi adalah majas pertetangan yang melukiskan sesuatu dengan bantahan, tetapi kemudian diberi penjelasan atau diakhiri dengan kesimpulan.
Contoh Majas Okupasi: 1. Merokok itu merusak kesehatan, tetapi si perokok tidak dapat menghentikan kebiasaannya. Maka muncullah pabrik-pabrik rokok karena untungnya banyak.
4. Majas Okupasi
Majas Okupasi adalah majas pertetangan yang melukiskan sesuatu dengan bantahan, tetapi kemudian diberi penjelasan atau diakhiri dengan kesimpulan.
Contoh Majas Okupasi: 1. Merokok itu merusak kesehatan, tetapi si perokok tidak dapat menghentikan kebiasaannya. Maka muncullah pabrik-pabrik rokok karena untungnya banyak.
D. Majas Penegasan
Majas Penegasan terdiri dari 5 sub majas yang diantaranya dapat dilihat secara lengkap dibawah ini beserta contohnya masing-masing.
1. Majas Penegasan Retorik
Majas Penegasan adalah majas penegasan degan mempegunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sudah diketahuinya.
Contoh Majas Penegasan: 1. Mana mungkin orang mati hidup kembali?
2. Majas Simetri
Majas Simetri adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan 1 kata, kelompok kata atau kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata atau kalimat yang seimbang artinya dengan yang pertama.
Contoh Majas Simetri: 1.Ayah diam serta tak suka berkata-kata
3. Majas Tautologi
Majas Tautologi adalah majas penegasan yang meukiskan sesuatu dangan mempergunakan kata-kata yang sama artinya (bersinonim) untuk mempertegas arti.
Contoh Majas Tautologi: 1. Saya khawatir dan was-was akan keselamatannya.
4. Majas Retorik
Majas Retorik adalah majas penegasan degan mempegunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sudah diketahuinya. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh Majas Retorik: 1. Mana mungkin orang mati hidup kembali?
4. Majas Retorik
Majas Retorik adalah majas penegasan degan mempegunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sudah diketahuinya. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh Majas Retorik: 1. Mana mungkin orang mati hidup kembali?
2. Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
5. Majas Simetri
Majas Simetri ialah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan 1 kata, kelompok kata atau kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata atau kalimat yang seimbang artinya dengan yang pertama.
Contoh Majas Simetri: 1. Ayah diam serta tak suka berkata-kata.
5. Majas Simetri
Majas Simetri ialah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan 1 kata, kelompok kata atau kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata atau kalimat yang seimbang artinya dengan yang pertama.
Contoh Majas Simetri: 1. Ayah diam serta tak suka berkata-kata.
2.
Demikianlah berbagai macam-macam majas beserta contohnya dan juga pengertiannya yang bisa dipublikasikan kepada teman-teman semuanya.Semoga bermanfaat...
Demikianlah berbagai macam-macam majas beserta contohnya dan juga pengertiannya yang bisa dipublikasikan kepada teman-teman semuanya.Semoga bermanfaat...
Trimksih... membantu juga. .
BalasHapusiya, sama-sama :)
Hapus